110 Event Sumenep 2026 Didorong Jadi Penggerak Ekonomi UMKM
- Yudie -
- 21 Aug, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendorong 110 agenda kegiatan daerah sepanjang 2026 tidak berhenti sebagai rangkaian hiburan dan promosi budaya. Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), setiap event diarahkan untuk membuka ruang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi mengatakan, pelibatan UMKM
menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam penyelenggaraan kalender
event tahun ini. Pelaku usaha diupayakan berasal dari lingkungan sekitar lokasi
kegiatan sehingga manfaat ekonomi dapat lebih banyak dirasakan masyarakat
setempat.
“Setiap giat kalender event kita pasti libatkan pelaku UMKM. Itu sudah
jadi komitmen kami,” kata Faruk.
Menurut Faruk, event daerah memiliki potensi ekonomi yang cukup besar
karena mampu mendatangkan masyarakat dari berbagai wilayah. Kehadiran
pengunjung selama kegiatan berlangsung menciptakan peluang transaksi bagi
pelaku usaha, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, produk kreatif, hingga
jasa.
Karena itu, keterlibatan UMKM tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap
kegiatan. Pemerintah daerah berharap keberadaan mereka menjadi bagian dari
rantai ekonomi yang tumbuh di sekitar event.
“Kebijakan ini bertujuan agar perputaran ekonomi yang muncul selama
kegiatan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” ujar Faruk.
Disbudporapar menilai event juga dapat menjadi ruang promosi bagi produk
lokal. Pengunjung yang datang untuk menghadiri kegiatan budaya, pariwisata,
olahraga, maupun kepemudaan berpotensi menjadi pasar baru bagi produk UMKM
Sumenep.
Faruk mengatakan, pelaku usaha yang mengikuti berbagai kegiatan dapat
memperkenalkan produknya kepada pengunjung dari luar daerah. Dengan demikian,
manfaat event tidak hanya berupa transaksi selama acara, tetapi juga peluang
memperluas jaringan pemasaran.
“Dengan melibatkan pelaku UMKM secara konsisten di setiap kegiatan, kami
berharap perputaran ekonomi lokal semakin meningkat sekaligus memperkuat daya
tarik sektor pariwisata di Kabupaten Sumenep,” katanya.
Konsep tersebut membuat kalender event daerah diarahkan untuk
mempertemukan sejumlah sektor sekaligus. Budaya dan pariwisata menjadi daya
tarik utama, sementara olahraga, kreativitas, kepemudaan, dan UMKM menjadi
bagian dari ekosistem ekonomi yang menyertainya.
Ketika sebuah kegiatan mampu mendatangkan banyak pengunjung, dampaknya
tidak hanya dirasakan pedagang yang berjualan di lokasi acara. Sektor
transportasi, penginapan, rumah makan, jasa, dan ekonomi kreatif juga
berpeluang memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas masyarakat.
Tidak berhenti pada kalender acara
Dengan 110 event yang masuk agenda daerah sepanjang 2026, pemerintah
daerah memiliki ruang cukup besar untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai
instrumen pengembangan ekonomi lokal.
Namun, besarnya jumlah event juga perlu diikuti dengan pengelolaan yang
mampu memastikan manfaat ekonomi benar-benar sampai kepada masyarakat.
Pelibatan UMKM lokal menjadi salah satu strategi yang ditempuh pemerintah untuk
menghubungkan kegiatan daerah dengan perekonomian warga.
Selain membuka ruang pemasaran, pelaku UMKM didorong meningkatkan
kualitas produk dan kemasan. Event menjadi kesempatan untuk menguji respons
pasar sekaligus memperkenalkan produk Sumenep kepada konsumen yang lebih luas.
Di sisi lain, pengembangan event juga diharapkan memperkuat promosi
potensi wisata dan budaya Sumenep. Pengunjung yang datang untuk menghadiri
sebuah kegiatan diharapkan tidak hanya menghabiskan waktu di lokasi acara,
tetapi juga tertarik mengenal destinasi wisata, tradisi, kuliner, dan produk
unggulan daerah.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong kolaborasi antara pemerintah,
komunitas, pelaku UMKM, pelaku pariwisata, serta masyarakat. Kolaborasi
diperlukan agar agenda kegiatan tidak sekadar menjadi kalender seremonial
tahunan.
Bagi Sumenep, rangkaian 110 event tersebut sekaligus menjadi ujian
sejauh mana kegiatan publik dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur.
Jika dikelola secara konsisten dan melibatkan pelaku usaha lokal, event tidak
hanya menjadi panggung budaya dan hiburan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk
bagi perluasan pasar UMKM dan penguatan ekonomi masyarakat.
Disbudporapar optimistis geliat kegiatan sepanjang 2026 akan memperkuat
keterkaitan antara pariwisata, ekonomi kreatif, olahraga, kepemudaan, dan UMKM
sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

